EMPAT RACUN HATI

Ketahuilah, setiap kemaksiatan adalah racun hati. Ia menjadi penyebab sakit dan kehancurannya, memalingkan dari Iradahnya dari Iradah Allah ‘Azza Wajalla, dan menambah parah penyakitnya.


Yang dimaksud dengan empat racun hati adalah :
1. Banyak Bicara
diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Ra. Secara marfu’ berkata :
Janganlah kalian meperbanyak perkataan selain Dzikrullah, sesungguhnya hal itu akan menjadikan kerasnya hati. Dan manusia yang paling jauh dari Allah adalah pemilik hati yang keras.
Abu Hurairah Ra. Meriwatkan :
Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam api kesengsaraan (Neraka) adalah dua lubang ; mulut dan kemaluan.
Alhasan Al-Basri berkata : “ Tidaklah memahami din atau agamanyanya orang yang tiadak menjaga lisannnya”.
Jadi lisan merupakan sarana pertama yang harus diperhatikan ketika berbuat apa saja yang kita lakukan, karena itu menentukan keselamatan dan kesengsaraan dirinya di dunia dan akhirat.
Bencana lisan yang yang paling sedikit mudharatnya adalah berbicara sesuatu yang tidak berfaedah.
Nabi bersabda :
“Merupakan kebaikan keislaman seseorang jika ia meninggalkan sesuatu yang tidak berfaedah baginya”.
Sahl berkata : “ Barang siapa berbicara tentang sesuatu yang tidak berguna baginya, ia akan terhalang dari kejujuran.” Dan itu merupakan Bencana lisan yang terkecil mudharatnya tapi membawa efek besar bagi manusia. Lalu bagaimana dengan Ghibah, Namimah, Kata-kata bathil dan keji, kata-kata yang mengansung dua makna, perdebatan, pengaduan, nyanyi-nyian dan kedustaan, menyanjung-nyanjung, mengolok-ngolok, pemnghinaan, kekeliruan dalam pembicaraan dan yang lainnya? Yang semuanya itu adalah bencana lisan yang menimpa seorang hamba untuk merusak hatinya seterusnya?! Menghilangkan kebahigian dan kesenangan yang ia rasakan di dunia ! juga keberuntungan dan kemenangan di akhirat.
Betapa pentingnya kita sebagai seorang hamba yang berlabel islam untuk menjaga lisan dan mengarahkan lisannya kejalan syare’at islam. Karena dengan satu perkataan kotor menumbuhkan ribuan orang mencemohnya. Dan begitu pula dengan perkataan baik dapat menumbuhkan triliunan hamba yang merasakan bahagia, seperti perjanjian presiden sebelum ia menjdi presiden ingin memakmurkan bangsanya, akan tetapi setelah jadi ia lalai dengan janji itu, maka semua orang merasa terhkianati dan merasa tertipu dengan obralan janjinya. Dan jika ia menepati janji maka semua warga dan bangsanya merasa terayomi dan tertolong walaupun tidak secara langsung dengan bermodalkan sepatah kata yang baik dan tepati.
2. Banyak Makan
Sedikit makan melembutkan hati, menguatkan daya pikir, membuka diri serta melemahkan hawa nafsu dan sifat marah.
Sedangkan banyak makan mengakibatkan banyak hal buruk ia memotori anggota badan untuk melakukan berbagai kemaksiatan serta menjadikan merasa berat untuk berbuta taat dan beribadah.
Kadangkalanya dengan banyak makan mengakibatkan perut menjadi buncit dan terlihat tidak indah dihadapan manusia, bahkan sebagian orang memerlukan diet untuk mengurangi berat badan dan kebuncitan itu. Dan dengan banyak makan mengakibatkan belajar malas dan suka tidur dan malas untuk memikirkan orang lain yang sedang kelaparan disekelilingnya.
Seringkali Rasulullah Saw. Dan para sahabat dalam keadaan lapar., walaupun itu memang bukan karena tidak adanya makanan. Tatapi bukanlah Allah hanya memilihkan keadaan terbaik bagi Rasulnya? Itulah sebabnya Ibnu Umar berusaha untuk menyerupai Beliau, walaupun mampu untuk makan apa saja. Demikian pula dengan ayahnya.
Inilah yang perlu kita jadikan ibrah dan pelajaran dalam mengarungi kehidupan ini, walaupun Ibnu Umar cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan makan tapi ia berusaha untuk mengurangi makan, karena beliau beralasan bahwa, dengan sedikit makan mengakibatkan iman kita semakin meningkat dan cepat terpeka akan orang lain yang menderita kelaparan dan semakin giat untuk beribadah dalam mentatati Allah dan Rasul-Nya.
3. Berlebih-Lebihan dalam Bergaul
ini merupakan penyakit berbahaya yang mengakibatkan banyak keburukan. Ia dapat menghailangkan nikmat dan dapat menebarkan permusuhan. Ia juga dapat menanamkan kedengkian yang dahsyat, seandainya ditimpakan kepada gunung – gunung yang kokoh sekalipun, meletuslah ia. Dus, pada berlebihan dalam bergaul ada kerugian dunia dan akhiratl.
Ada sebagian orang diantara kita dengan akrabnya berteman sehingga ia memberikan sesuatu yang tidak sewajarnya dia berikan kepadanya, akan tetapi setelah ada masalah dengan mereka terbongkarlah amal yang lain yang ia telah investasikan sebelumnya, maka dengan relitas amal yang demikian itu betapa ruginya amal kita selama ini, oleh karena itu kita kalau berteman jangan berlebih-lebihan karena dengan berlebih-lebihan termasuk fudhul, yang sangat dibenci oleh Allah yang dikenal dengan istilah musrifin.

4. Banyak Memandang
berlebihan memandang dengan mata menimbulkan anggapan indah apa yang dipandangnya dan bertautnya hati kepadanya. Maka lahirlah berbagai statemen kerusakan hatinya.. Diantaranya :
a. Rasulullah Bersabda : Pandangan itu adalah panah beracun iblis. ”Barang siapa menundukkan pandangannya karena Allah, Dia akan memberikan kepadanya kenikmatan dalam hatinya yang akan ia rasakan sampai bertemu dengan-Nya.”
b. Sesungguhnya setan itu masuk lewat jalan banyak memandang, ini melebihi kecepatan aliran udara ke ruangan hampa. Setan akan menjadikan wujud yang dipandang seakan-akan indah, menjadikannya sebagai berhala tautan hati. Kemudian mengobral janji dan angan-angan. Lalu ia nyalakan apai syhwat dan ia lemparkan kayu bakar maksiat. Seseorang tidak mungkin melakukannya tanpa adanya gambaran wujud yang dipandangnya.
c. Pandangan menyibukkan hati, menjadikannya akan lupa akan hal-hal yang bermanfaat baginya, dan menjadi penghalang anatara keduanya, akhirnya urusannyapun menjadi kacau balau, ia selalu lalai dan mengikuti hawa nafsunya.
Allah berfirman :
(Dan janganlah kamu taat kepada orang yang telah kami lalaikan hatinya dari dzikir kepada kami dan mengikuti hawa nafsunya serta urusannya kacau balau. ( Q.S. Al-Kahfi : 18).
Membiarkan pandangan adalah menumbulkan kemaksiatan kepada Allah,
Allah berfirman :
“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman agar mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.. (Q.S. An-Nur : 30)










MACAM-MACAM HATI

1. Hati Sehat
Adalah hati yang selamat pada hari kiamat nanti, barang siapa menghadap Allah tanpa membawanya tidak akan selamat. Allah berfirman :
“adalah hari yang mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. (Q.S. Asy-Syuara : 88-89).
Hati yang sehat dapat didefinisikan pula sebagai hati yang terbatas dari setiap syahwa, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah dan dari setiap sybhat kitidak jelasan yang menyeleweng dari kebenaran.

2. Hati Mati
Hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal siapa Rabnya. Ia tidak beribadah kepada Rabnya dengan menjalankan perintahnya atau menghadirkan sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya. Hati model ini berjalan bersama hawa nafsu dan kenikmatan duniawi walaupun itu dibenci dan dimurkai oleh Allah Swt.

3. Hati Sakit
Hati yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit, ia akan mengikuti unsure yang kuat. Kadang-kadang ia menyukai kepada kehidupan, dan kadang-kadang cendrung kepada penyakit. Kadang-kadang dekat pada keselamatan dan kadang dekat pada kebinasaan.


















WRITER M. ALAWI YULLAH AL-GHAFURIY
Category: 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar