sejarah pembelajaran

A. Pendahuluan
Seiring dengan perkembangan zaman, dewasa ini masyarakat sudah merasa bahwa lembaga pendidikan merupakan sesuatu yang urgen sekaligus kebutuhan bagi mereka. Karena dengan adanya lembaga pendidikan, manusia akan menjalani sebuah proses pendidikan yang memiliki tujuan mencetak manusia yang mampu mengoptimalkan kecerdasan intelektual, emosional, terlebih kecerdasan spiritual. Dengan kata lain mencetak manusia yang mampu memanusiakan dan dimanusiakan manusia. Karena dalam menjalani proses pendidikan ada tiga aspek dalam diri manusia yang akan terlibat yaitu, aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor.
Lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang agung tersebut membutuhkan sebuah strategi pembelajaran yang unggul yang didukung oleh metode-metode pembelajaran yang mampu mengaplikasikan tujuan pendidikan tersebut.
Strategi pembelajaran hanya berhasil dan berdaya guna bagi proses pembelajaran secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran apabila direncanakan secara matang sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Begitu pula perencanaan pembelajaran sebaik apapun tidak akan berdaya guna bagi proses pembelajaran apabila dalam penerapannya tidak menggunakan strategi pembelajaran yang matang.
B. Definisi Strategi Pembelajaran
Strategi adalah usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Sedangkan pembelajaran adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar .
Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar . Sedangkan definisi lain dari strategi pembelajaran menurut Kemp (1995) adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
C. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran
Konsep dasar strategi belajar mengajar ini meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Menetapkan kualifikasi perubahan perilaku peserta didik.
Kualifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan sebagai hasil belajar mengajar yang dilakukan. Dengan kata lain apa yang harus dijadikan sasaran dari kegiatan belajar mengajar tersebut. Sasaran ini harus dirumuskan secara jelas dan konkrit sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. Perubahan perilaku dan kepribadian yang kita inginkan terjadi setelah siswa mengikuti suatu kegiatan belajar mengajar itu harus jelas, misalnya, dari tidak bisa membaca berubah menjadi dapat membaca.
Suatu kegiatan belajar mengajar tanpa sasaran yang jelas, berarti kegiatan tersebut dilakukan tanpa arah atau tujuan yang pasti. Lebih jauh suatu usaha atau kegiatan yang tidak punya arah atau tujuan pasti, dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dan tidak tercapainya hasil yang diharapkan.
2. Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar, memilih metode dan teknik belajar mengajar.
Metode atau teknik penyajian untuk memotivasi siswa agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, berbeda cara supaya murid-murid terdorong dan mampu berfikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Perlu dipahami bahwa suatu metode mungkin hanya cocok dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi dengan sasaran yang berbeda hendaknya jangan menggunakan metode atau teknik penyajian yang sama.
3. Menentukan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
Seorang guru seyogyanya mempunyai norma dan kriteria keberhasilan sebagai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya setelah dilakukan evaluasi.
Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar lain. Apa yang harus dinilai dan bagaimana penilaian itu harus dilakukan termasuk kemampuan yang harus dimiliki oleh guru. Seorang siswa dapat dikategorikan sebagai murid yang berhasil bisa dilihat dari berbagai segi. Bisa dilihat dari segi kerajinannya mengikuti tatap muka dengan guru, perilaku sehari-hari di sekolah, hasil ulangan, hubungan sosial, kepemimpinan, prestasi olah raga, keterampilan dan sebagainya atau dilihat dan berbagai aspek.
D. Jenis - Jenis Strategi Pembelajaran
Dalam hal ini dikenal tiga jenis strategi pembelajaran yaitu:
1. Strategi pembelajaran yang berpusat pada guru
2. Strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
3. Strategi pembelajaran yang berpusat pada materi pembelajaran.
Menurut Byron G. Massialas dalam “Social Issue Trhough Inquiry” ada dua jenis strategi pembelajaran,yaitu:
1. Strategi Pembelajaran Ekspositori (Expository Approach)
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Dalam strategi ini materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru. Strategi ini lebih menekankan kepada proses bertutur, maka ia sering juga disebut strategi “chalk and talk”, dan orang mengidentikannya dengan ceramah.
2. Strategi Pembelajaran Inkuiri
Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.
Metode merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berarti, metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode-metode pembelajaran.
Berikut ini disajikan beberapa metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengimpelementasikan beberapa strategi pembelajaran di atas diantaranya:
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini senantiasa bagus bila pengunaannya betul-betul disiapkan dengan baik dan didukung alat dan media.
2. Metode Demonstrasi
Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu.
3. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan. Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama-sama.
4. Metode Tugas dan Resitasi
Metode tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi lebih luas dari itu. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau kelompok. Tugas dan resitasi bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, di perpustakaan dan di tempat lainnya. Jenis-jenis tugas sangat banyak tergantung pada tujuan yang akan dicapai, seperti tugas meneliti, menyusun laporan, dan tugas di laboratorium.
5. Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri ataupun dibagi atas kelompok-kelompok kecil (subsub kelompok). Kelompok bisa dibuat berdasarkan:
a. Perbedaan individual dalam kemampuan belajar, terutama bila kelas itu
sifatnya heterogin dalam belajar.
b. Perbedaan minat belajar, dibuat kelompok yang terdiri atas siswa yang
punya minat yang sama.
c. Pengelompokan berdasarkan jenis pekerjaan yang akan kita berikan.
d. Pengelompokan atas dasar wilayah tempat tinggal siswa yang tinggal dalam satu wilayah yang dikelompokkan dalam satu kelompokan sehingga memudahkan koordinasi kerja.
e. Pengelompokan secara random atau dilotre, tidak melihat faktor-faktor lain.
f. Pengelompokan atas dasar jenis kelamin, ada kelompok pria dan kelompok wanita.
6. Metode Problem Solving
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
7. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi secara langsung, sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini, terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dengan siswa.
8. Metode Sistem Regu (Team Teaching)
Team Teaching pada dasarnya ialah metode mengajar dua orang guru atau lebih bekerja sama mengajar sebuah kelompok siswa, jadi kelas dihadapi beberapa guru. Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan.
9. Metode Karyawisata (Field-Trip)
Karyawisata dalam arti metode mengajar mempunyai arti tersendiri, berbeda dengan karyawisata dalam arti umum. Karyawisata di sini berarti kunjungan keluar kelas dalam rangka belajar. Karyawisata di atas tidak mengambil tempat yang jauh dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Karyawisata dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour.
10. Metode Eksperimen
Metode eksperimen ini menekankan peserta didik untuk melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang telah dipelajarinya.
11. Metode Drill
Metode drill ini memberikan pelatihan-pelatihan kepada peserta didik untuk bisa memiliki keterampilan/kecakapan secara khusus.
E. Simpulan
Sebuah lembaga pendidikan yang memiliki visi misi yang unggul dan jelas, maka seyogyanya lembaga tersebut memilki strategi-strategi pembelajaran yang unggul yang bisa diimplementasikan melalui beberapa metode pembelajaran, diantaranya: metode ceramah, demonstrasi, diskusi, tugas resitasi, kerja kelompok, problem solving, tanya jawab, sistem regu, karyawisata, eksperimen, dan metode drill.

















Daftar Pustaka
Anshori,Isa, 2009, Perencanaan Sistem Pembelajaran, Sidoarjo: Muhammadiyah
University Press.
Hadisyara, Strategi Belajar Mengajar, dalam http://Www. Scribd. Com /Doc/
2466850/Strategi-BelajarMengajar,(3 April 2010).
Hasibuan dan Moedjiono, 1995, Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Muhammad Azhar, Lalu, 1993, Proses Belajar Mengajar CBSA, Surabaya: Usaha Nasional.

Surya Dharma, Strategi Pembelajaran dan Pemilihan, dalam http://www. Tekno-
Logi pendidikan.net/wp-content/uploads/2009/10/14-KODE-03-B5 Strate gi Pembelajaran- dan-Pemilihannya.pdf (3 April 2010).
Category: 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar